Budaya kerja sering kali baru dibicarakan ketika ada yang terasa tidak beres. Saat komunikasi mulai tersendat, kolaborasi terasa canggung, atau jarak antartim semakin kentara, barulah kita bertanya “Sebenarnya, budaya kerja kita seperti apa?”

Padahal, budaya kerja tidak muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh perlahan, dari rutinitas yang dianggap biasa. Dari cara sebuah ide ditanggapi di ruang diskusi. Dari bagaimana kesalahan disikapi. Dari apakah seseorang merasa aman untuk berbicara, atau justru memilih diam.
Dalam organisasi kami, Pace Synergic, refleksi itu datang bukan dari rapat strategis atau evaluasi formal, melainkan dari kesadaran sederhana kami akan perlunya berhenti sejenak, dan benar-benar mendengarkan satu sama lain.
Kami tidak memulainya dengan aturan baru. Tidak juga dengan slogan nilai yang ditempel di dinding.
Kami lakukan dengan hal sederhana mengundang seluruh tim untuk berkumpul, membawa makanan dari rumah, duduk bersama tanpa agenda berat. Dalam suasana potluck yang hangat, kami membuka ruang sharing dengan satu pertanyaan jujur:
“What is it really like to work at Pace Synergic?”
Tidak ada jawaban benar atau salah. Tidak ada tuntutan untuk terdengar profesional. Cerita-cerita nyata tentang dinamika kerja, tantangan yang tidak selalu terlihat, proses belajar yang melelahkan tapi bermakna, dan momen kecil yang membuat pekerjaan tetap terasa manusiawi.
Di titik itu, kami kembali diingatkan bahwa budaya kerja tidak dibentuk oleh dokumen, melainkan oleh pengalaman sehari-hari.
Kami melihat bagaimana keterbukaan sederhana justru memperkuat rasa memiliki. Bukan karena semua hal berjalan sempurna, tetapi karena setiap orang tahu bahwa suaranya punya tempat.
Budaya kerja yang sehat tidak selalu nyaman. Ada perbedaan sudut pandang, ada diskusi yang tidak selalu mudah, dan ada proses adaptasi yang menuntut kedewasaan. Namun, budaya yang hidup selalu memberi ruang untuk bertumbuh, bukan menghindar.
Ketika orang merasa aman untuk berbicara, mereka juga lebih berani bertanggung jawab. Ketika didengar sebagai manusia, mereka bekerja bukan sekadar untuk menyelesaikan tugas, tetapi untuk memberi makna pada prosesnya.
Membenahi budaya kerja bukan tentang menciptakan lingkungan yang sempurna.
Melainkan tentang menciptakan ruang yang cukup aman untuk belajar, jujur, dan berkembang bersama.
Di Pace Synergic, kami percaya bahwa budaya kerja tidak dibangun dalam satu acara, tetapi melalui konsistensi sikap dan interaksi kecil yang terus dijaga. Termasuk momen sederhana seperti duduk bersama, berbagi makanan, dan saling mendengarkan cerita tentang apa arti bekerja di sini hari ini, dan ke depan. Karena pada akhirnya, organisasi yang bertumbuh selalu dimulai dari manusianya.


