Logo

Organization Development partner for business transformation and growth

Komponen Budaya Perusahaan Fondasi Kesuksesan Organisasi

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya budaya perusahaan hanya menjadi jargon ketika pimpinan perusahaan tidak memberikan teladan serta memberikan penghargaan atas perilaku berdasarkan nilai-nilai budaya.

Budaya perusahaan yang efektif akan menghasilkan strategi perusahaan yang baik. Membangun budaya yang mendukung tujuan perusahaan dilakukan dengan melakukan perubahan terhadap komponen-komponen budaya sehingga dapat menghasilkan budaya yang kuat serta berdampak efektif bagi perusahaan.

Budaya perusahaan merupakan seperangkat nilai inti perusahaan dan praktik bersama yang mendefinisikan sebuah perusahaan, baik secara internal bagi karyawan maupun secara eksternal sebagai bagian dari citra publik perusahaan. Semakin terdefinisi dengan baik budaya perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaan untuk menarik talenta terbaik yang memprioritaskan nilai-nilai bersama. Berikut beberapa komponen utama budaya perusahaan yang mendefinisikan identitas organisasi dan mempengaruhi cara perusahaan beroperasi :

Kode Etik

Kode etik yaitu pola aturan, tata cara dan pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Tujuan kode etik yaitu agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai jasa atau pelanggannya Adanya kode etik akan melindungi stakeholder perusahaan ‘misalnya pe_ megang saham dan pelanggan, dari perbuatan insan perusahaan yang tidak profesional.

Istilah kode etik umumnya digunakan pada suatu lingkungan profesi misalnya kode etik hakim dan kode etik dokter. Dalam perusahaan kode etik umumnya menggunakan istilah pedoman perilaku. Pedoman perilaku Ini umumnya penjabaran perilaku dari nilai-nilai perusahaan.

  1. Norma

Merupakan aturan sebagai panduan dan pengendali tingkah laku yang diterima oleh anggota kelompok. Norma berfungsi sebagai kaidah atau ukuran yang dipakai untuk menilai atau memperbandingkan sesuatu. Untuk mendorong perubahan budaya perusahaan agar lebih produktif melalui perubahan norma, maka pimpinan perlu membuat suatu standar minimum perilaku atau kinerja yang tinggi yang dapat diterima, supaya menjadi norma-norma baru perilaku/ kinerja karyawan

  • Estetika dan Suasana

Citra dan atmosfer perusahaan sering kali menjadi hal pertama yang diperhatikan oleh karyawan baru, dan citra itu dapat membantu mendefinisikan budaya perusahaan lainnya dari Aturan berpakaian perusahaan, tata ruang kantor, program tunjangan, dan kalender sosial Meskipun kualitas ini tidak semuanya terlihat, ini membantu karyawan memahami bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya dan apa yang dapat mereka harapkan dari kehidupan di tempat kerja itu.

  • Simbol

Sebagai tanda yang merepresentasikan keyakinan, ide, proses atau gambaran fisik. Tujuan penggunaan simbol yaitu untuk mengkomunikasikan suatu makna. Berbagai simbol perusahaan berupa slogan, cerita, logo, pakaian kerja hingga rancangan gedung dan interior ruangan. Manfaat simbol bagi suatu perusahaan yaitu memberikan identitas dan kebanggaan kepada karyawan. Untuk mengubah budaya perusahaan melalui simbol, maka pimpinan perusahaan perlu mengganti simbol lama dan menggunakan simbol baru yang melambangkan era baru atau identitas baru.

  • Pengakuan Karyawan

Budaya perusahaan harus menentukan bagaimana dan sejauh mana manajemen akan mengakui pencapaian karyawan. Karyawan yang merasa dihargai dan diapresiasi cenderung berkualitas dalam bekerja. Baik itu pengakuan cepat selama rapat atau acara triwulanan yang menghargai pencapaian, perusahaan dengan budaya yang kuat dan terdefinisi dengan baik biasanya memastikan bahwa karyawan merasa dihargai dan diapresiasi untuk pekerjaan mereka.

  • Nilai Nilai

Merupakan konsep abstrak mengenai hal-hal yang sangat penting dan bernilai dalam kehidupan manusia. Nilai-nilai merupakan dasar budaya perusahaan. Suatu budaya yang produktif perlu didukung oleh nilai-nilai yang mampu mengubah perilaku anggotanya menjadi lebih produktif.

Setelah mengetahui berbagai komponen budaya tersebut memperkaya pemahaman bahwa membangun budaya perusahaan tidak terbatas pada merumuskan nilai-nilai perusahaan, pedoman perilaku dan sosialisasi budaya perusahaan sebagaimana praktik selama ini. Meskipun telah ditetapkan, budaya perusahaan masih fleksibel untuk berubah maka dalam pembentukan budaya perusahaan perlu memperhatikan berbagai komponen budaya lainnya yang diarahkan untuk mengimplementasikan strategi perusahaan.

Sumber : Buku “Pedoman Lengkap Profesional SDM Indonesia”, Brian Aprianto & Fonny Arisandy.

Open chat
Hello, can I help you?