Organization Development partner for business transformation and growth

Business Process Review, Agenda Wajib Q1 yang Sering Terlewat

Kalau struktur organisasi adalah kerangka, maka business process adalah sistem sarafnya. Tanpa itu, perusahaan bisa berjalan, tapi tubuhnya gemetar, sering salah langkah, dan cepat lelah.

Di banyak perusahaan, proses kerja sering terlihat masih jalan, padahal sudah usang, tidak efisien, atau tidak pernah diperiksa sejak zaman onboarding dulu. Manajemen pun sering tidak menyadari bahwa kerumitan proses internal bisa menjadi penyebab utama konflik, keterlambatan deliverable, hingga kejadian “belum dimulai, sudah stuck”.

Kalau di industri manufaktur cepat rusak mesin yang tidak dirawat, di organisasi bisnis cepat rugi proses yang tidak direview. Namun, meskipun manfaatnya jelas, Business Process Review (BPR) justru masih sering dilewatkan di kuartal pertama tahun, padahal ini adalah waktu paling tepat untuk reset operasional.

Kenapa Review Proses tidak Pernah Masuk Agenda Utama?

Seringnya, perusahaan hanya mengevaluasi hasil akhir, misalnya revenue, omzet, atau jumlah penjualan, tanpa pernah mempertanyakan bagaimana proses yang mengantar hasil itu berjalan. Padahal, tanpa pemahaman yang tajam terhadap alur kerja, kita hanya memperbaiki gejala, bukan akar masalah. Studi menunjukkan bahwa pemodelan proses yang baik membantu meningkatkan efisiensi dan koordinasi tim, sehingga output perusahaan jadi lebih stabil dan prediktabel.

Proses SDM yang tidak direview sering menjadi biang isu paling klasik, recruitment molor berkepanjangan, pelatihan tidak tepat sasaran, penilaian kinerja terlambat, dan keputusan promosi tertunda. Penelitian akademik terhadap manajemen proses SDM di perusahaan besar di Indonesia menunjukkan bahwa review dan pemetaan ulang proses SDM mampu meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan, termasuk pengurangan waktu perekrutan dan evaluasi kinerja yang lebih cepat serta akurat.

Ketika perusahaan dapat memvisualisasikan proses secara jelas, organisasi mampu menghilangkan pekerjaan yang tidak perlu, menggandeng teknologi untuk otomatisasi, dan menempatkan sumber daya pada hal yang lebih strategis.

Ketika Dunia Berubah, Proses Tidak Boleh Stagnan

Era digital menuntut fleksibilitas, struktur kerja yang adaptif, sistem yang agile, dan proses yang relevan dengan strategi. BPM (Business Process Management) adalah lens untuk melihat bagaimana kerja berlangsung secara riil. Ketika visibilitas proses rendah, manajemen akan kesulitan mengukur kemacetan, memperbaiki alur kerja, atau mengantisipasi risiko operasional.

Di Indonesia sendiri, banyak perusahaan besar seperti Telkom dan Pertamina, telah melakukan penataan ulang proses bisnis untuk tetap kompetitif, yang berujung pada peningkatan efisiensi, akurasi data, dan kecepatan respon terhadap kebutuhan pasar.

Kuartal pertama adalah fase paling cocok untuk melakukan Business Process Review, karena:

  • masih sejalan dengan target tahunan
  • perubahan proses bisa dilakukan sebelum aktivitas puncak
  • tim masih dalam keadaan “fresh” untuk menerima pembaruan alur kerja

Jika review dilakukan terlambat, misalnya setelah Q2 atau saat target sudah mendesak, perusahaan sering terjebak dalam firefight mode, mengejar deadline tanpa sempat memperbaiki struktur proses yang rusak.

Proses yang tidak Jelas akan Berbiaya Tinggi

Melihat betapa sentralnya peran proses dalam performa organisasi, Pace Synergic mempersembahkan workshop Building Clear Business Processes

Fokus:

✔ Memetakan proses inti organisasi

✔ Mengidentifikasi inefisiensi yang tersembunyi

✔ Menyusun roadmap proses yang efektif & terukur

✔ Mengintegrasikan proses dengan strategi bisnis

Jika organisasi Anda sedang berada di fase awal tahun dan ingin memastikan proses kerja benar-benar mendukung target bisnis, workshop Building Clear Business Processes dari Pace Synergic dapat menjadi langkah awal yang relevan.

Pendaftaran workshop saat ini telah dibuka untuk perusahaan dan profesional yang ingin membangun sistem kerja yang lebih rapi dan berkelanjutan.