Logo

Organization Development partner for business transformation and growth

Situasional Leadership : Menemukan Keseimbangan antara Arahan dan Dukungan 

(Source : freepik)

Kepemimpinan situasional (situational leadership) adalah pendekatan manajemen yang menekankan pentingnya menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan situasi tertentu yang dihadapi oleh pemimpin. Konsep ini diperkenalkan oleh Paul Hersey dan Ken Blanchard pada tahun 1969 melalui model kepemimpinan situasional mereka. Dalam model ini, Hersey dan Blanchard menekankan bahwa tidak ada satu gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi. Sebaliknya, seorang pemimpin harus fleksibel dan mampu menyesuaikan pendekatannya berdasarkan tingkat kesiapan dan kompetensi bawahannya.

Konsep Dasar Kepemimpinan Situasional

Kepemimpinan situasional didasarkan pada dua dimensi utama: perilaku tugas dan perilaku hubungan. Perilaku tugas mengacu pada sejauh mana pemimpin memberikan arahan dan instruksi yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan. Perilaku hubungan, di sisi lain, mengacu pada sejauh mana pemimpin membangun hubungan yang mendukung dan memotivasi dengan bawahannya.

Model kepemimpinan situasional membagi gaya kepemimpinan menjadi empat kategori berdasarkan kombinasi dari kedua dimensi ini:

  1. Menginstruksikan (Directing): Gaya ini melibatkan tingkat perilaku tugas yang tinggi dan perilaku hubungan yang rendah. Pemimpin memberikan arahan yang jelas dan detail, sangat cocok untuk bawahan yang belum berpengalaman atau kurang kompeten.
  2. Membimbing (Coaching): Gaya ini melibatkan tingkat perilaku tugas dan perilaku hubungan yang tinggi. Pemimpin tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga dukungan dan bimbingan. Gaya ini cocok untuk bawahan yang memiliki motivasi tinggi tetapi membutuhkan pengembangan keterampilan lebih lanjut.
  3. Mendukung (Supporting): Gaya ini melibatkan tingkat perilaku tugas yang rendah dan perilaku hubungan yang tinggi. Pemimpin memberikan dukungan emosional dan membantu bawahan dalam pengambilan keputusan. Gaya ini cocok untuk bawahan yang kompeten tetapi mungkin kurang percaya diri.
  4. Mendelegasikan (Delegating): Gaya ini melibatkan tingkat perilaku tugas dan hubungan yang rendah. Pemimpin mempercayakan tanggung jawab penuh kepada bawahan yang sudah kompeten dan memiliki motivasi tinggi. Bawahan diberikan kebebasan untuk menyelesaikan tugas sesuai cara mereka sendiri.

Implementasi dalam Organisasi

Implementasi kepemimpinan situasional dalam organisasi memerlukan pemahaman yang mendalam tentang individu dalam tim dan situasi spesifik yang dihadapi. Pemimpin harus mampu menganalisis tingkat kesiapan bawahan dan memilih gaya kepemimpinan yang paling sesuai untuk situasi tersebut. Berikut adalah beberapa langkah praktis untuk menerapkan kepemimpinan situasional:

  1. Evaluasi Tingkat Kesiapan Bawahan: Pemimpin harus mengidentifikasi tingkat kompetensi dan komitmen setiap bawahan dalam menyelesaikan tugas tertentu. Ini melibatkan penilaian keterampilan teknis, pengalaman, dan motivasi individu.
  2. Pilih Gaya Kepemimpinan yang Sesuai: Berdasarkan evaluasi tingkat kesiapan, pemimpin harus memilih gaya kepemimpinan yang paling efektif. Misalnya, jika bawahan memiliki kompetensi rendah tetapi komitmen tinggi, gaya membimbing (coaching) mungkin paling sesuai.
  3. Fleksibilitas dalam Pendekatan: Pemimpin harus bersedia mengubah gaya kepemimpinan mereka seiring dengan perubahan tingkat kesiapan bawahan. Ini memerlukan kesadaran terus-menerus dan kemampuan untuk menyesuaikan pendekatan dengan cepat.
  4. Komunikasi Efektif: Pemimpin harus menjaga komunikasi terbuka dengan bawahan untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi. Ini juga membantu dalam memberikan umpan balik konstruktif dan membangun hubungan yang positif.

Kepemimpinan situasional menawarkan beberapa manfaat signifikan bagi organisasi. Pertama, ini meningkatkan efektivitas manajerial dengan memastikan bahwa pemimpin menggunakan pendekatan yang paling sesuai untuk setiap situasi. Kedua, ini meningkatkan kepuasan dan motivasi bawahan, karena mereka merasa didukung dan dihargai sesuai dengan tingkat kesiapan mereka. Ketiga, ini membantu dalam pengembangan keterampilan bawahan, karena mereka menerima bimbingan dan dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang.

Kepemimpinan situasional adalah pendekatan yang fleksibel dan adaptif yang memungkinkan pemimpin untuk menyesuaikan gaya mereka sesuai dengan kebutuhan spesifik bawahan dan situasi yang dihadapi. Dengan memahami dan menerapkan konsep ini, pemimpin dapat meningkatkan efektivitas manajerial, kepuasan karyawan, dan kinerja organisasi secara keseluruhan. Implementasi kepemimpinan situasional memerlukan evaluasi yang cermat, komunikasi yang efektif, dan kesediaan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungan kerja.

Open chat
Hello, can I help you?